<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Portal Tentang Impian</title>
	<atom:link href="http://jundi4.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jundi4.wordpress.com</link>
	<description>Semuanya berawal dari impian visioner</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Jul 2010 17:03:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='jundi4.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/3e6c4dbb8da73c12c2249da386cca2d6?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Portal Tentang Impian</title>
		<link>http://jundi4.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://jundi4.wordpress.com/osd.xml" title="Portal Tentang Impian" />
	<atom:link rel='hub' href='http://jundi4.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Download Full Version Buku Gurita Cikeas</title>
		<link>http://jundi4.wordpress.com/2010/01/02/187/</link>
		<comments>http://jundi4.wordpress.com/2010/01/02/187/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2010 14:35:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jundi4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jundi4.wordpress.com/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[Isu Nasional sekarang baru di ramaikan tentang Buku Gurita Cikeas, kabarnya buku ini sempat di tarik dari peredaran. Tetapi persebaran buku ini sudah mulai merambah dunia maya. Soft copy buku yang sengaja di upload di file sharing Ziddu berkapasitas file sebesar 6.890 MB juga berisi photo-photo lengkap dan tabel versi hard copynya. Full Version Buku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jundi4.wordpress.com&amp;blog=6630998&amp;post=187&amp;subd=jundi4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Isu Nasional sekarang baru di ramaikan tentang Buku Gurita Cikeas, kabarnya buku ini sempat di tarik dari peredaran. Tetapi persebaran buku ini sudah mulai merambah dunia maya. </p>
<p>Soft copy buku yang sengaja di upload di file sharing Ziddu berkapasitas file sebesar 6.890 MB  juga berisi photo-photo lengkap dan tabel versi hard copynya.</p>
<p>Full Version Buku Membongkar Gurita Cikeas ini berisi 183 halaman dengan halaman terakhir berisi biodata Ilustrator Asnar Zacky, Sedangkan data penulis George Junus Aditjondro berada di halaman 181-182.</p>
<p>Jika dipelajari secara detail kemungkinan besar soft copy ini sengaja di edarkan oleh penulis, mengingat tulisan dan photo serta tabel yang ada berasal dari tangan pertama mengingat soft copy ini bukan hasil scanning. Soft Copy ini terakhir di revisi pada tanggal 29 Desember 2009 pukul 15.52.35 Wib (www.sumbawanews.com)</p>
<p>download buku <a href="http://downloads.ziddu.com/downloadfile/8028924/gurita-cikeas-full.pdf.html">Ketik Disini</a></p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jundi4.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jundi4.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jundi4.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jundi4.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jundi4.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jundi4.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jundi4.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jundi4.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jundi4.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jundi4.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jundi4.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jundi4.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jundi4.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jundi4.wordpress.com/187/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jundi4.wordpress.com&amp;blog=6630998&amp;post=187&amp;subd=jundi4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jundi4.wordpress.com/2010/01/02/187/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2939d0c2857dca4f7c94c7089cd527db?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jundi4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dakwah Tidak Untuk Orang Manja (akhir)</title>
		<link>http://jundi4.wordpress.com/2009/11/16/dakwah-tidak-untuk-orang-manja-akhir/</link>
		<comments>http://jundi4.wordpress.com/2009/11/16/dakwah-tidak-untuk-orang-manja-akhir/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 03:44:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jundi4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausiah]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[tarbiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jundi4.wordpress.com/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[Wahai Saudaraku yang dirahmati Allah. Marilah kita telusuri perjalanan dakwah Abdul Fattah Abu Ismail, salah seorang murid Imam Hasan Al Banna yang selalu menjalankan tugas dakwahnya tanpa keluhan sedikitpun. Dialah yang disebutkan Hasan Al Banna orang yang sepulang dari tempatnya bekerja sudah berada di kota lain untuk memberikan ceramah kemudian berpindah tempat lagi untuk mengisi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jundi4.wordpress.com&amp;blog=6630998&amp;post=184&amp;subd=jundi4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wahai Saudaraku yang dirahmati Allah.</p>
<p>Marilah kita telusuri perjalanan dakwah Abdul Fattah Abu Ismail, salah seorang murid Imam Hasan Al Banna yang selalu menjalankan tugas dakwahnya tanpa keluhan sedikitpun. Dialah yang disebutkan Hasan Al Banna orang yang sepulang dari tempatnya bekerja sudah berada di kota lain untuk memberikan ceramah kemudian berpindah tempat lagi untuk mengisi pengajian dari waktu ke waktu secara maraton. Ia selalu berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain untuk menunaikan amanah dakwah. Sesudah menunaikan tugas dengan sebaik-baiknya, ia merupakan orang yang pertama kali datang ke tempatnya bekerja. Malah, ia yang membukakan pintu gerbangnya.</p>
<p>Pernah ia mengalami keletihan hingga tertidur di sofa rumah Zainab Al-Ghazali. Melihat kondisi tubuhnya yang lelah dan penat itu, tuan rumah membiarkan tamunya tertidur sampai bangun. Setelah menyampaikan amanah untuk Zainab Al Ghazali, Abdul Fattah Abu Ismail pamit untuk ke kota lainnya. Karena keletihan yang dialaminya, Zainab Al Ghazali memberikan ongkos untuk naik taksi. Abdul Fattah Abu Ismail mengembalikannya sambil mengatakan, “Dakwah ini tidak akan dapat dipikul oleh orang-orang yang manja.” Zainab pun menjawab, “Saya sering ke mana-mana dengan taksi dan mobil-mobil mewah, tapi saya tetap dapat memikul dakwah ini dan saya pun tidak menjadi orang yang manja terhadap dakwah. Karena itu, pakailah ongkos ini, tubuhmu letih dan engkau memerlukan istirahat sejenak.” Ia pun menjawab, “Berbahagialah ibu. Ibu telah berhasil menghadapi ujian Allah swt. berupa kenikmatan-kenikmatan itu. Namun, saya khawatir saya tidak dapat menghadapinya sebagaimana sikap ibu. Terima kasih atas kebaikan ibu. Biarlah saya naik kendaraan umum saja.”<span id="more-184"></span></p>
<p>Duhai saudaraku yang dimuliakan Allah swt.</p>
<p>Itulah contoh orang yang telah membuktikan kesetiaannya pada dakwah lantaran keyakinannya terhadap janji-janji Allah swt. Janji yang tidak akan pernah dipungkiri sedikit pun. Allah swt. telah banyak memberikan janji-Nya pada orang-orang yang beriman yang setia pada jalan dakwah berupa berbagai anugerah-Nya. Sebagaimana yang terdapat dalam Al-Qur’an.</p>
<p>Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)- mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (Al-Anfal: 29)</p>
<p>Dengan janji Allah swt. tersebut, orang-orang beriman tetap bertahan mengarungi jalan dakwah ini. Dan mereka pun tahu bahwa perjuangan yang berat itu sebagai kunci untuk mendapatkannya. Semakin berat perjuangan ini semakin besar janji yang diberikan Allah swt. kepadanya. Kesetiaan yang bersemayam dalam diri mereka itulah yang membuat mereka tidak akan pernah menyalahi janji-Nya. Dan, mereka pun tidak akan pernah mau merubah janji kepada-Nya.</p>
<p>Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak merubah (janjinya). (Al Ahzab: 23)</p>
<p>Wahai ikhwah kekasih Allah swt.</p>
<p>Pernah seorang pejuang Palestina yang telah berlama-lama meninggalkan kampung halaman dan keluarganya untuk membuat mencari dukungan dunia dan dana diwawancarai. “Apa yang membuat Anda dapat berlama-lama meninggalkan keluarga dan kampung halaman?” Jawabnya, karena perjuangan. Dan, dengan perjuangan itu kemuliaan hidup mereka lebih berarti untuk masa depan bangsa dan tanah airnya. “Kalau bukan karena dakwah dan perjuangan, kami pun mungkin tidak akan dapat bertahan,” ungkapnya lirih.</p>
<p>Wahai saudaraku seiman dan seperjuangan</p>
<p>Aktivis dakwah sangat menyakini bahwa kesabaran yang ada pada dirinyalah yang membuat mereka kuat menghadapi berbagai rintangan dakwah. Bila dibandingkan apa yang kita lakukan serta yang kita dapatkan sebagai risiko perjuangan di hari ini dengan keadaan orang-orang terdahulu dalam perjalanan dakwah ini, belumlah seberapa. Pengorbanan kita di hari ini masih sebatas pengorbanan waktu untuk dakwah. Pengorbanan tenaga dalam amal khairiyah untuk kepentingan dakwah. Pengorbanan sebagian kecil dari harta kita yang banyak. Dan bentuk pengorbanan ecek-ecek lainnya yang telah kita lakukan. Coba lihatlah pengorbanan orang-orang terdahulu, ada yang disisir dengan sisir besi, ada yang digergaji, ada yang diikat dengan empat ekor kuda yang berlawanan arah, lalu kuda itu dipukul untuk lari sekencang-kencangnya hingga robeklah orang itu. Ada pula yang dibakar dengan tungku yang berisi minyak panas. Mereka dapat menerima resiko karena kesabaran yang ada pada dirinya.</p>
<p>Kesabaran adalah kuda-kuda pertahanan orang-orang beriman dalam meniti perjalanan ini. Bekal kesabaran mereka tidak pernah berkurang sedikit pun karena keikhlasan dan kesetiaan mereka pada Allah swt.</p>
<p>Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. (Ali Imran: 146)</p>
<p>Bila kita memandang kehidupan generasi pilihan, kita akan temukan kisah-kisah brilian yang telah menyuburkan dakwah ini. Muncullah pertanyaan besar yang harus kita tujukan pada diri kita saat ini. Apakah kita dapat menyemai dakwah ini menjadi subur dengan perjuangan yang kita lakukan sekarang ini ataukah kita akan menjadi generasi yang hilang dalam sejarah dakwah ini.</p>
<p>Ingat, dakwah ini tidak akan pernah dapat dipikul oleh orang-orang yang manja. Militansi aktivis dakah merupakan kendaraan yang akan menghantarkan kepada kesuksesan. Semoga Allah menghimpun kita dalam kebaikan. Wallahu’alam.<br />
(dakwatuna.com)</p>
<br />Posted in Tausiah, Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jundi4.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jundi4.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jundi4.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jundi4.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jundi4.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jundi4.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jundi4.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jundi4.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jundi4.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jundi4.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jundi4.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jundi4.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jundi4.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jundi4.wordpress.com/184/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jundi4.wordpress.com&amp;blog=6630998&amp;post=184&amp;subd=jundi4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jundi4.wordpress.com/2009/11/16/dakwah-tidak-untuk-orang-manja-akhir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2939d0c2857dca4f7c94c7089cd527db?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jundi4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dakwah Tidak Untuk Orang Manja (1)</title>
		<link>http://jundi4.wordpress.com/2009/11/16/dakwah-tidak-untuk-orang-manja-1/</link>
		<comments>http://jundi4.wordpress.com/2009/11/16/dakwah-tidak-untuk-orang-manja-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 03:42:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jundi4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausiah]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[tarbiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jundi4.wordpress.com/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[Wahai Saudaraku yang dikasihi Allah. Perjalanan dakwah yang kita lalui ini bukanlah perjalanan yang banyak ditaburi kegemerlapan dan kesenangan. Ia merupakan perjalanan panjang yang penuh tantangan dan rintangan berat. Telah banyak sejarah orang-orang terdahulu sebelum kita yang merasakan manis getirnya perjalanan dakwah ini. Ada yang disiksa, ada pula yang harus berpisah kaum kerabatnya. Ada pula [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jundi4.wordpress.com&amp;blog=6630998&amp;post=182&amp;subd=jundi4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wahai Saudaraku yang dikasihi Allah.</p>
<p>Perjalanan dakwah yang kita lalui ini bukanlah perjalanan yang banyak ditaburi kegemerlapan dan kesenangan. Ia merupakan perjalanan panjang yang penuh tantangan dan rintangan berat.</p>
<p>Telah banyak sejarah orang-orang terdahulu sebelum kita yang merasakan manis getirnya perjalanan dakwah ini. Ada yang disiksa, ada pula yang harus berpisah kaum kerabatnya. Ada pula yang diusir dari kampung halamannya. Dan sederetan kisah perjuangan lainnya yang telah mengukir bukti dari pengorbanannya dalam jalan dakwah ini. Mereka telah merasakan dan sekaligus membuktikan cinta dan kesetiaan terhadap dakwah.</p>
<p>Cobalah kita tengok kisah Dzatur Riqa’ yang dialami sahabat Abu Musa Al Asy’ari dan para sahabat lainnya –semoga Allah swt. meridhai mereka. Mereka telah merasakannya hingga kaki-kaki mereka robek dan kuku tercopot. Namun mereka tetap mengarungi perjalanan itu tanpa mengeluh sedikitpun. Bahkan, mereka malu untuk menceritakannya karena keikhlasan dalam perjuangan ini. Keikhlasan membuat mereka gigih dalam pengorbanan dan menjadi tinta emas sejarah umat dakwah ini. Buat selamanya.</p>
<p>Pengorbanan yang telah mereka berikan dalam perjalanan dakwah ini menjadi suri teladan bagi kita sekalian. Karena kontribusi yang telah mereka sumbangkan untuk dakwah ini tumbuh bersemi. Dan, kita pun dapat memanen hasilnya dengan gemilang. Kawasan Islam telah tersebar ke seluruh pelosok dunia. Umat Islam telah mengalami populasi dalam jumlah besar. Semua itu karunia yang Allah swt. berikan melalui kesungguhan dan kesetiaan para pendahulu dakwah ini. Semoga Allah meridhai mereka.<span id="more-182"></span></p>
<p>Duhai saudaraku yang dirahmati Allah swt.</p>
<p>Renungkanlah pengalaman mereka sebagaimana yang difirmankan Allah swt. dalam surat At-Taubah: 42.</p>
<p>Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak berapa jauh, pastilah mereka mengikutimu. Tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka, mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah, “Jika kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu.” Mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.</p>
<p>Mereka juga telah melihat siapa-siapa yang dapat bertahan dalam mengarungi perjalanan yang berat itu. Hanya kesetiaanlah yang dapat mengokohkan perjalanan dakwah ini. Kesetiaan yang menjadikan pemiliknya sabar dalam menghadapi cobaan dan ujian. Menjadikan mereka optimis menghadapi kesulitan dan siap berkorban untuk meraih kesuksesan. Kesetiaan yang menghantarkan jiwa-jiwa patriotik untuk berada pada barisan terdepan dalam perjuangan ini. Kesetiaan yang membuat pelakunya berbahagia dan sangat menikmati beban hidupnya. Setia dalam kesempitan dan kesukaran. Demikian pula setia dalam kelapangan dan kemudahan.</p>
<p>Saudaraku seperjuangan yang dikasihi Allah swt.</p>
<p>Sebaliknya orang-orang yang rentan jiwanya dalam perjuangan ini tidak akan dapat bertahan lama. Mereka mengeluh atas beratnya perjalanan yang mereka tempuh. Mereka pun menolak untuk menunaikannya dengan berbagai macam alasan agar mereka diizinkan untuk tidak ikut. Mereka pun berat hati berada dalam perjuangan ini dan akhirnya berguguran satu per satu sebelum mereka sampai pada tujuan perjuangan.</p>
<p>Penyakit wahan telah menyerang mental mereka yang rapuh sehingga mereka tidak dapat menerima kenyataan pahit sebagai risiko dan sunnah dakwah ini. Malah mereka menggugatnya lantaran anggapan mereka bahwa perjuangan dakwah tidaklah harus mengalami kesulitan.</p>
<p>Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya. Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan kepada mereka: “Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu.” (At-Taubah: 45-46)</p>
<p>Kesetiaan yang ada pada mereka merupakan indikasi kuat daya tahannya yang tangguh dalam dakwah ini. Sikap ini membuat mereka stand by menjalankan tugas yang terpikul di pundaknya. Mereka pun dapat menunaikan tugas dengan sebaik-baiknya. Bila ditugaskan sebagai prajurit terdepan dengan segala akibat yang akan dihadapinya, ia senantiasa berada pada posnya tanpa ingin meninggalkannya sekejap pun. Atau bila ditempatkan pada bagian belakang, ia akan berada pada tempatnya tanpa berpindah-pindah. Sebagaimana yang disebutkan Rasulullah saw. dalam beberapa riwayat tentang prajurit yang baik.</p>
<p>..bersambung&#8230; (dakwatuna.com)</p>
<br />Posted in Tausiah, Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jundi4.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jundi4.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jundi4.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jundi4.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jundi4.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jundi4.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jundi4.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jundi4.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jundi4.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jundi4.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jundi4.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jundi4.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jundi4.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jundi4.wordpress.com/182/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jundi4.wordpress.com&amp;blog=6630998&amp;post=182&amp;subd=jundi4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jundi4.wordpress.com/2009/11/16/dakwah-tidak-untuk-orang-manja-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2939d0c2857dca4f7c94c7089cd527db?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jundi4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Untuk para Pejuang</title>
		<link>http://jundi4.wordpress.com/2009/11/16/untuk-para-pejuang/</link>
		<comments>http://jundi4.wordpress.com/2009/11/16/untuk-para-pejuang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 03:39:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jundi4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Peradaban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jundi4.wordpress.com/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[Pejuang Peradaban&#8230;. Membangun peradaban itu tidak membutuhkan pejuang-pejuang yang cengeng&#8230; yang mengeluh saat hambatan tersentuh.. Membangun peradaban itu tidak membutuhkan mental-mental pecundang&#8230; yang terpental saat kejumudan menghadang&#8230; Membangun peradaban itu sulit&#8230; Tidak ada kesempatan yang berfikiran sempit.. Membangun peradaban itu panjang&#8230; Hanya untuk para pejuang&#8230; Membangun peradaban itu membutuhkan PERJUANGAN&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; Membangun peradaban itu membutuhkan KEIKHLASAN&#8230;. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jundi4.wordpress.com&amp;blog=6630998&amp;post=180&amp;subd=jundi4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pejuang Peradaban&#8230;.</p>
<p>Membangun peradaban itu tidak membutuhkan pejuang-pejuang yang cengeng&#8230;<br />
yang mengeluh saat hambatan tersentuh..<br />
Membangun peradaban itu tidak membutuhkan mental-mental pecundang&#8230;<br />
yang terpental saat kejumudan menghadang&#8230;<br />
Membangun peradaban itu sulit&#8230;<br />
Tidak ada kesempatan yang berfikiran sempit..<br />
Membangun peradaban itu panjang&#8230;<br />
Hanya untuk para pejuang&#8230;</p>
<p>Membangun peradaban itu membutuhkan PERJUANGAN&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;<br />
Membangun peradaban itu membutuhkan KEIKHLASAN&#8230;.<br />
Membangun peradaban itu membutuhkan KEFAHAMAN&#8230;</p>
<p>Membutuhkan pejuang-pejuang yang&#8230;<br />
Selalu bergerak sampai kelelahan lelah mengikuti geraknya..<br />
Selalu berjuang sampai sampai kebosanan bosan bersamanya..<br />
Selalu berinovatif sampai kejumudan jumud dengannya..</p>
<p>Selalu ceria karena yakin Allah selalu memberikan pertolongan padanya..<br />
Selalu tersenyum bahkan saat yang lainnya merasa pahit..<br />
Selalu menerima nasehat ketika merasa dirinya sedang tersesat..</p>
<p>Bergeraklah tidak mengenal kata henti sampai Surga di kakimu&#8230;</p>
<p>(Jundi4)</p>
<br />Posted in Puisi  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jundi4.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jundi4.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jundi4.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jundi4.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jundi4.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jundi4.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jundi4.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jundi4.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jundi4.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jundi4.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jundi4.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jundi4.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jundi4.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jundi4.wordpress.com/180/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jundi4.wordpress.com&amp;blog=6630998&amp;post=180&amp;subd=jundi4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jundi4.wordpress.com/2009/11/16/untuk-para-pejuang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2939d0c2857dca4f7c94c7089cd527db?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jundi4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah tentang Gelas</title>
		<link>http://jundi4.wordpress.com/2009/11/16/kisah-tentang-gelas/</link>
		<comments>http://jundi4.wordpress.com/2009/11/16/kisah-tentang-gelas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 03:38:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jundi4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Amanah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jundi4.wordpress.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[Di sebuah tepi danau yang rindang, diiringi suara angin sepoi-sepoi yang menyejukkan, seorang guru bertanya kepada murid kesangannya. “ Muridku, liahatlah air danau itu.. bayangkan air itu di taruh dalam sebuah gelas dan sebuah ember besar. Ketika kau mengangkatnya berat yang mana antara gelas dan ember berisi air dananu itu..?” “ Tentu berat ember yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jundi4.wordpress.com&amp;blog=6630998&amp;post=178&amp;subd=jundi4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di sebuah tepi danau yang rindang, diiringi suara angin sepoi-sepoi yang menyejukkan, seorang guru bertanya kepada murid kesangannya.<br />
“ Muridku, liahatlah air danau itu.. bayangkan air itu di taruh dalam sebuah gelas dan sebuah ember besar. Ketika kau mengangkatnya berat yang mana antara gelas dan ember berisi air dananu itu..?”<br />
“ Tentu berat ember yang berisi air, guruku..” jawab sang murid.<br />
“ Tidak muridku, belum tentu ember yang berisi air itu lebih berat daripada sebuah gelas yang berisi air tergantung bagaimana kau mengangkatnya. Sebuah gelas berisi air itu akan terasa sangat berat ketika kau memegangnya terus menerus tanpa sesekali kau meletakannya sebentar untuk merelaksasikan otot tanganmu barang sebentar. Dan ember berisi air itu akan terasa sangat ringan ketika kau mengangkatnya bersama kawan-kawanmu. Apakah kau mengerti pelajaran yang kau dapat hari ini muridku ..? ”<br />
Dan sang muridpun merenung&#8230;.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
Kawan, begitupun sebuah amanah. Amanah sekecil apapun ketika kita terus menerus memegangnya tanpa memberi kesempatan bagi otak kita, tubuh kita, jiwa kita untuk beristirahat sejenak maka masalah itu akan terasa semakin berat.</p>
<p>Kawan, mungkin saat ini kita merasa jenuh, lelah dengan “gelas” yang terus menerus berada di tangan kita. Mungkin selama ini kita tidak pernah menurunkan lengan ini barang sejenak, sehingga “gelas” itu terasa semakin berat, sehingga kita semakin tidak tahan untuk membawanya dan akhirnya membuangnya untuk selamanya. Ada saatnya ketika dalam perjalanan, kita menetukan titik-titik pemberhentian untuk sekedar mengurangi kehausan, beristirahat, dan mengisi air minum untuk perjalanan berikutnya. Ketika kita membawa beban amanah, tidak melihat besar atau kecil amanah itu, maka ada kalanya bagi kita untuk beristirahat sejenak untuk sekedar mengevaluasi, merenung, mengistirahatkan fikiran kita sejenak, dan merecharge kembali semangat kita, ruhiyah kita, agar perjalanan kita selanjutnya akan kembali kita lalui dengan bekal yang cukup.</p>
<p>Ketahuilah istirahat itu bukan melepaskan amanah kawan, bukan&#8230; “Gelas” itu masih menjadi tanggung jawab kita untuk senantiasa kita bawa sampai titik akhir tujuannya, tetapi istirahat adalah momen untuk menurunkan sejenak lengan, bernafas, dan mengangkat kembali gelas itu. Istirahat adalah momen memberikan semangat kembali, mengisi ruhiyah kita sehingga hambatan-hambatan di perjalanan berikutnya akan terlalui dengan mudah. Istirahat adalah momen untuk merencanakan kembali perjalanan kita berikutnya, sehingga perjalanan berikutnya akan terasa mudah dan terencana.</p>
<p>Ketahuilah kawanku, bahwa sebenarnya istirahat itu juga merupakan titik kritis bagi kita. Apakah akan meneruskan perjalanan berikutnya dengan konsekuensi akan menumui hambatan-hambatan yang harus kita selesaikan, atau memutuskan sebagai titik akhir perjalanan kita, padahal sebenarnya titik akhir itu masih panjang. Maka isilah istirahat itu dengan keyakinan bahwa kita harus meneruskan perjalanan ini, bahwa kita harus masih mengangkat ‘gelas’ ini. Jangan sampai kita terbuai dengan kenyamanan sehingga menjadi malas ketika kita harus bergerak kembali.<span id="more-178"></span></p>
<p>Kawand tentukanlah titik-titik pemberhentian itu, tentukanlah kapan kita harus menurunkan sejenak lengan ini. Agar ‘gelas’ yang kita bawa tidak terasa semakin berat, sehingga kita mampu untuk selalu membawanya sampai titik akhir tujuan kita.. yaitu surga..<br />
Kawan, masih ada pelajaran yang kita ambil. Yaitu ketika kita adalah orang yang memberikan ‘gelas’ itu kepada sahabat, staff, atau bawahan kita. Ketika kita memberi amanah kepada orang lain. Berikanlah kesempatan kepada sang pembawa ‘gelas’ itu untuk menentukan titik istirahatnya, jangan sampai kita senantiasa memberi gelas-gelas itu tanpa memberikan waktu untuk sejenak untuk istirahat. Janganlah menjadi orang yang dzalim&#8230;</p>
<p>Kawan, tidak selamanya teman kita itu akan berkata ketika gelas itu mulai terus terasa berat. Mungkin ketika kita meberikan ‘gelas’ itu di tangan kanannya, sebenarnya di tangan kirinya pun ada gelas-gelas lain yang harus ia bawa sampai titik tujuan, namun ia menyembunyikan gelas-gelas itu karena ia tak tega melihat kita. Atau malah kita pura-pura tidak tahu bahwa teman kita itu sedang membawa banyak gelas.</p>
<p>Kawan berikanlah waktu sejenak pada kawan kita itu untuk sekedar menurunkan lengannya agar mampu<br />
membawa gelas itu sampai titik tujuannya. Kawan, mungkin air dalam gelas-gelas itu akan sama beratnya dengan air yang ada di dalam ember. Ember berisi air itu akan terasa ringan ketika kita membawanya bersama-sama. Mungkin sang pembawa ‘ember’ itu tidak berkata bahwa dia butuh bantuan karena mungkin sungkan, takut, kasihan pada kita, atau sebab yang lainnya. Tetapi kita adalah sahabatnya, yang tanpa di minta untuk membantunya seharusnya ktia tahu bahwa dia butuh bantuan. Bahwa dia butuh tangan-tangan lain untuk membawa air itu, sehingga ember itu akan menjadi gelas-gelas kembali yang akan lebih ringan untuk di bawa karena sudah dibagi bersama-sama.</p>
<p>Kawan fahamilah saudaramu tanpa menunggu sampai dia meminta untuk di fahami. Kawan bantulah sahabatmu tanpa menunggu dia meminta untuk dibantu. Kawan, kurangilah gelas-gelas itu tanpa menunggu dia membuang salah satu gelas karena terasa berat.</p>
<p>Kawanku pedulilah&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;<br />
Kawanku pahamilah&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<br />Posted in Kisah  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jundi4.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jundi4.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jundi4.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jundi4.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jundi4.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jundi4.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jundi4.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jundi4.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jundi4.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jundi4.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jundi4.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jundi4.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jundi4.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jundi4.wordpress.com/178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jundi4.wordpress.com&amp;blog=6630998&amp;post=178&amp;subd=jundi4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jundi4.wordpress.com/2009/11/16/kisah-tentang-gelas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2939d0c2857dca4f7c94c7089cd527db?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jundi4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Kan FBnan&#8230;bukan SMSsan&#8230;&#8221;</title>
		<link>http://jundi4.wordpress.com/2009/11/16/kan-fbnan-bukan-smssan/</link>
		<comments>http://jundi4.wordpress.com/2009/11/16/kan-fbnan-bukan-smssan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 03:30:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jundi4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coret-coret]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[sms]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jundi4.wordpress.com/2009/11/16/kan-fbnan-bukan-smssan/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Al akh- Dakwah adalah sebuah jalan panjang..hanya orang-orang terpilih lah yang dapat melewatinya,,,&#8221;(21:30) coment: Al ukh- Bener banget tu akh&#8230;(21:33) Al akh- Iya ukh, gimna kabar temn di pos anti..? (21:40) Al-ukh- Wah,,,,,temen lagi pada down ni&#8230;banyak agenda yang maraton ki&#8230;perlu di upgrade..(22:50) Al-Akh- Iya ni di pos ane juga sama&#8230;gimna ya,,kok kliatane masalah yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jundi4.wordpress.com&amp;blog=6630998&amp;post=177&amp;subd=jundi4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Al akh- Dakwah adalah sebuah jalan panjang..hanya orang-orang  terpilih lah yang dapat melewatinya,,,&#8221;(21:30)<br />
coment: Al ukh- Bener banget tu akh&#8230;(21:33)<br />
            Al akh- Iya ukh, gimna kabar temn di pos anti..? (21:40)<br />
            Al-ukh- Wah,,,,,temen lagi pada down ni&#8230;banyak agenda yang maraton ki&#8230;perlu di upgrade..(22:50)<br />
            Al-Akh- Iya ni di pos ane juga sama&#8230;gimna ya,,kok kliatane masalah yang sama di smua pos&#8230;dah mulai pada down semgat na..(22:00)<br />
            Al-Ukh- Iya..ya&#8230;apa yang salah ya&#8230;?? (22:10)</p>
<p>Da yang kenal bentuk dialog di atas..?? Yaps,,klo tmen2 rajin FB nan, so lgsung inget deh. Karena salah satu balas-berbalas komen adalah hal yang sangat sering dilakukan bila kita FB nan. Topik pembicaraan di atas keren yaks..bicara masalah dakwah euy..Tapi keliatane da yang salah deh..apa ya..???</p>
<p>WAKTUNYA…yaps waktunya. Kita sudah ngerti semua lah, kalau di dalam etika tidak tertulis ada jam pembatasan komunikasi dengan lawan jenis, atau istilahnya &#8220;jam malam&#8221; euy antara ikhwan dan akhwat,,. Tapi sebelum Fb mulai merebak, aturan non tertluis ini sangat tidak asing saat kita ber sms atau bertelfon dengan lawan jenis karena koordinasi tentang sesuatu hal..</p>
<p>Mungkin bisa di maklumi ketika ada al-akh atau pun al-ukh yang mencoment’i status kita di tengah malam.. mungkin karena itu di rencanakan hanya satu arah saja..karenabeliau kan tidak tau kalau kita online.. Tapi alangkah tidak ahsannya jika kita membalas coment itu saat itu juga.sehingga akhirnya terjadilah saling berbalas coment di “jam malam”..hanya karena terasa ada rasa yang mendorong untuk segera membalas coment dari lawan jenis in. Apalagi saat suasana butuh perhatian dengan status yang “mengundang”. Pucuk di cinta ulam pun tiba, ketika “sang pemberi perhatian” juga menunggu untuk dibalas.. Akhirnya balas membalas coment pun berlanjut…asyik euy,,(kan FB nan yah…buka SMS an atau Telfon-telfonan…he..)</p>
<p>Tapi kawanku…apapun itu,,,entah itu FBnan, SMSan, Telfon-telfonnan, Twitteran, dan an-an yang lainnya ketika itu bentuknya adalah komunikasi ya sama aja..mesti di batasi..apalagi ketika yang di sampaikan adalah hal yang tidak terlalu urgent yang tidak harus di sampaikan pada tengah malam itu juga,,,</p>
<p>Atau bisa mungkin bisa di maklumi juga ketika lawan coment kita adalah orang yang belum faham dan agak sulit untuk di fahamkan. Lucu aja, jika ikhwah yang begitu kekeuh nya untuk tidak berkomunikasi dengan lawan jenis via sms atau telfon ketika jam sudah menunjukkan 21.00 tetapi malah dengan nyantainya menggunakan via FB. Karena sebenarnya membatasi komunikasi pada jam malam itu juga untuk kebaikan kita sendiri, agar tidak terjadi hal – hal yang diinginkan hawa nafsu..</p>
<p>Let&#8217;s we act bro ad sist.. Batasi juga komunikasi dua arah saat kita ber FB nan atau pun komunikasi-komunikasi lainnya dalam bentuk apapun yan itu tidak terlalu urgent..(jundi4)</p>
<p>- nantikan seri Facebook berikutnya &#8220;Afwan folder yang itu jangan di buka, Liat di FB aja&#8221;-</p>
<br />Posted in Coret-coret, Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jundi4.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jundi4.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jundi4.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jundi4.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jundi4.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jundi4.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jundi4.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jundi4.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jundi4.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jundi4.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jundi4.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jundi4.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jundi4.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jundi4.wordpress.com/177/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jundi4.wordpress.com&amp;blog=6630998&amp;post=177&amp;subd=jundi4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jundi4.wordpress.com/2009/11/16/kan-fbnan-bukan-smssan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2939d0c2857dca4f7c94c7089cd527db?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jundi4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Aku Jatuh Cinta</title>
		<link>http://jundi4.wordpress.com/2009/02/26/ketika-aku-jatuh-cinta/</link>
		<comments>http://jundi4.wordpress.com/2009/02/26/ketika-aku-jatuh-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2009 14:14:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jundi4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coret-coret]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jundi4.wordpress.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari Fatimah binti Rasulullah Saw, berkata kepada Ali r.a, suaminya. “Wahai kekasihku, sesunguhnya aku pernah menyukai seorang pemuda ketika aku masih gadis dulu.” “O ya,” tanggap sayidina Ali dengan wajah sedikit memerah. “Siapakah lelaki terhormat itu, dinda?” “Lelaki itu adalah engkau, sayangku.” jawabnya sambil tersipu, membuat sayidina Ali tersenyum dan semakin mencintai isterinya. Percakapan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jundi4.wordpress.com&amp;blog=6630998&amp;post=140&amp;subd=jundi4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_144" class="wp-caption alignleft" style="width: 238px"><a rel="attachment wp-att-144" href="http://jundi4.wordpress.com/2009/02/26/ketika-aku-jatuh-cinta/1204730991_efbe350954/"><img class="size-medium wp-image-144" style="border:0 none;" title="1204730991_efbe350954" src="http://jundi4.files.wordpress.com/2009/02/1204730991_efbe350954.jpg?w=228&#038;h=215" alt="love" width="228" height="215" /></a><p class="wp-caption-text">love</p></div>
<p><span style="color:#f707aa;">Suatu hari Fatimah binti Rasulullah Saw, berkata kepada Ali r.a, suaminya.</span></p>
<p><span style="color:#f707aa;">“Wahai kekasihku, sesunguhnya aku pernah menyukai seorang pemuda ketika aku masih gadis dulu.”</span></p>
<p><span style="color:#f707aa;"> “O ya,” tanggap sayidina Ali dengan wajah sedikit memerah. “Siapakah lelaki terhormat itu, dinda?”</span></p>
<p><span style="color:#f707aa;">“Lelaki itu adalah engkau, sayangku.” jawabnya sambil tersipu, membuat sayidina Ali tersenyum dan semakin mencintai isterinya.</span></p>
<p><span style="color:#f707aa;"> Percakapan antara Fatimah r.a dengan Ali r.a di atas munkin cukup romantis bagi kita, mungkin hal ini sudah menjadi biasa bagi sepasang kekasih yang sudah terikat perjanjian pernikahan, tetapi bagi yang belum menikah, mungkin percakapan – percakpan romantis ini hanya di temukan di bacaan tentang pernikahan ataupun novel-novel saja. Percakapan yang romantis menjadi misteri yang terus menggelitik hati untuk menjadi hal yang membuat penasaran.</span></p>
<p><span style="color:#f707aa;">Alangkah bahagianya apabila misteri itu menjadi kenyataan bagi seorang pemuda yang sudah mendambakan sejak lama peristiwa tersebut, dan kemudian sampai pada terminal hati sebuah ikatan suci pernikahan. Sehingga pemuda itu bisa mengungkapkan apa yang ada di hatinya, yang selama ini disimpan kemudian di ungkapkan kepada istrinya.</span></p>
<p><span style="color:#f707aa;">Tetapi hal ini hanya menjadi hak milik bagi mereka yang sudah siap dan mampu untuk menjalani sebuah perjanjian yang berat, yaitu pernikahan. Kepada pemuda yang masih belum mampu, hanya menjadi misteri yang selalu menggoda.</span></p>
<p><span style="color:#f707aa;">Kadang-kadang ada pemuda yang tidak kuat untuk menahan perasaan itu, imajinasi itu terus menari-nari dan menggoda hatinya. Sehingga suatu ketika dorongan untuk mengungkapkan perasaan itu cukup besar, sangat dahsyat. Tetapi kepada siapakah persaan ini di ungkapkan? Istri belum punya, kekasihpun tidak ada. Kata pacaran sudah benar-benar di hapus di dalam masa remajanya. Terus kepada siapa..? padahal dorongan itu terus menggelora dengan dahsyatnya.</span></p>
<p><span style="color:#f707aa;">Hingga suatu ketika dalam sebuah rapat koordinasi atau ketika membahas tugas kuliah, ada sesuatu yang mempesona di balik sana. Peristiwa itu mempertemukan dua pesona, yang selama ini masing-masing sedang memancar dengan dahsyatnya. Dan imajinasi itu kembali menari-nari.</span></p>
<p><span style="color:#f707aa;">“Mungkin di balik hijabnya yang rapi itu, dialah gadis yang halus perasaanya, peduli kepada sesama. Nah..mungkin inilah yang kuimpikan selama ini..”</span></p>
<p><span style="color:#f707aa;">“Dibalik wajahnya yang kalem, terpancar ketegasan yang berwibawa ketika mengambil keputusan. Sosok ikhwan yang beginilah yang aku dambakan..”</span></p>
<p><span style="color:#f707aa;">Dan perasaan itu pun hadir dengan halusnya bersamaan dengan sering berinteraksi.</span></p>
<h4><span style="color:#f707aa;">CINTA&#8230;</span></h4>
<p><span style="color:#f707aa;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#f707aa;"> Lalu apakah perasaan ini harus diungkapakan, padahal untuk melakukan perjanjian suci itu sungguh berat dan banyak yang harus dipersiapkan oleh pribadi ini. Padahal gejolak rasa itu terus menggelora di dalam dada. Sehingga berbincang dengannya adalah sesuatu yang mengasyikkan, menerima sms nya adalah sesuatu yang di damba-dambakan, ketika berdiskusi dengannya timbul perasaan senang yang lain dari biasanya, berpisah denganya dalam koordinasi adalah sesuatu yang berat, ketidakhadirannya dalam pertemuan menimbulkan kekecewaan yang tidak sekedar kecewa antar staff atau antara ketua dan anggotanya.</span></p>
<h4><span style="color:#f707aa;">Indah&#8230;</span></h4>
<h4><span style="color:#f707aa;"> Tapi berbuah musibah..</span></h4>
<p><span style="color:#f707aa;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#f707aa;"> Interaksi yang longgar antara ikhwan dan akhwat membawa mereka ke dalam dua dilema yang dari hari kehari semakin menekan dan membingungkan. Dilema&#8230; Perasaan itu sudah telanjur hadir dan semakin merasuk ke dalam hati, bagaikan virus ganas yang menginfeksi organ tubuh kita. Indah tetapi bermasalah. Maksud hati ingin menikah, tetapi sangat berat di lakukan karena belum punya kesiapan. Mau di tingggalkan, tetapi persaan semakin menekan, cinta terlanjur bersemi. Menunggu pernikahan, tetapi sehari terasa seperti bertahun-tahun. Terus menjalankan interaksi, tetapi hati semakin merasa bersalah.</span></p>
<p><span style="color:#f707aa;">Terus bagaimana solusinya&#8230;?? Ketika kita membahasnya dengan realita dan logika, maka akan memberikan pembahasan yang panjang dan hanya menimbulkan kebingungan saja. Tapi selayaknyalah kita berbicara atas dasar keimanan dan nurani, agar kita terhindar dari prasangka.</span></p>
<p><span style="color:#f707aa;">Tanyakanlah kepada nurani dan keimanan kita, kepada siapakah kita sewajibnya untuk jatuh cinta..? masih mampukan kita mempertahankan cinta kepada Rabb kita sebagai prioritas pertama ? atau cinta kepadanya sudah mulai mengeliminir rasa cinta abadi kepada-Nya.? Dengan kekuatan iman, cinta kepada Allah bisa mengeliminir cinta kepada seseorang yang telah menjauhkan dari keridhaan-Nya. Cinta macam apa yang menjauhkan diri dari keridhaan Allah? Untuk apa mempertahankan cinta yang akhirnya membuahkan benci Dzat yang sangat kita harapkan cinta-Nya?</span></p>
<p><span style="color:#f707aa;">Renungkanlah saudaraku dan jawablah dengan nuranimu.. (bersambung)</span></p>
<p><span style="color:#f707aa;">Jundi4</span></p>
<br />Posted in Coret-coret, Kisah  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jundi4.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jundi4.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jundi4.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jundi4.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jundi4.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jundi4.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jundi4.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jundi4.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jundi4.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jundi4.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jundi4.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jundi4.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jundi4.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jundi4.wordpress.com/140/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jundi4.wordpress.com&amp;blog=6630998&amp;post=140&amp;subd=jundi4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jundi4.wordpress.com/2009/02/26/ketika-aku-jatuh-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2939d0c2857dca4f7c94c7089cd527db?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jundi4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jundi4.files.wordpress.com/2009/02/1204730991_efbe350954.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">1204730991_efbe350954</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pacaran = Penghianatan</title>
		<link>http://jundi4.wordpress.com/2009/02/24/pacaran-penghianatan/</link>
		<comments>http://jundi4.wordpress.com/2009/02/24/pacaran-penghianatan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 06:00:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jundi4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coret-coret]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jundi4.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Wow sadis banget ya ? Bukankah pacaran itu merupakan sebuah sarana untuk mengungkapkan rasa cinta kita kepada lawan jenis, kenapa di tuduh sebagai sebuah penghianatan yang itu bertolak belakang dengan rasa cinta &#8230;. Mungkin itulah pendapat teman &#8211; teman ketika membaca judul salah satu tulisan di blog ane ni. Tapi sebelum menjudge tulisan ane ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jundi4.wordpress.com&amp;blog=6630998&amp;post=22&amp;subd=jundi4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4><span style="color:#000099;font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;"><a href="http://jundi4.files.wordpress.com/2009/02/1_941657357l.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-25" style="border:0 none;" title="family" src="http://jundi4.files.wordpress.com/2009/02/1_941657357l.jpg?w=640" alt="family"   /></a>Wow sadis banget ya ? Bukankah pacaran itu merupakan sebuah sarana untuk mengungkapkan rasa cinta kita kepada lawan jenis, kenapa di tuduh sebagai sebuah penghianatan yang itu bertolak belakang dengan rasa cinta &#8230;.</span></span></h4>
<p><span style="color:#000099;font-size:85%;"><br />
<span style="font-family:verdana;"> Mungkin itulah pendapat teman &#8211; teman ketika membaca judul salah satu tulisan di blog ane ni. Tapi sebelum menjudge tulisan ane ini alangkah baiknya kita baca dulu penjelasan berikut.</span></span></p>
<p><span style="color:#000099;font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">Pacaran bagi temen2 mungk9in sesuatu yang biasa di lifestyle kita, lihat orang mojok di kampus , kantin, taman, mungkin dah biasa dan kita anggap itu sah2 saja karena mereka baru mengungkapkan perasaan cinta mereka yang itu merupakan hsk mereka.</span></span></p>
<p><span style="color:#000099;font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">Tapi pertanyaan kita apakah pacaran itu merupakan sesuatu yang bersifat kaih sayang ? sebelum jauh membahas kita tanya saja dulu para pelaku pacaran ( he&#8230;. kayak tndak kriminil ja ya&#8230;. ) apa sih tujuan mereka pacaran ? U</span><em>ntuk mengungkapkan rasa cinta</em><span style="font-family:verdana;">, itu mungkin salah satu jawaban mereka, atau mungkin </span><em>ikut &#8211; ikutan ja lagi trends kalee</em><span style="font-family:verdana;">&#8230;. Lau pertanyaan berikutnya seriuskah mereka pacaran ? </span><em>Ya seriuslah&#8230;&#8230;masak pacaran maen2 ini kan menyangkut hati seorang manusia</em><span style="font-family:verdana;">, cie&#8230;&#8230;&#8230;.. inilah jawaban salah satu aktivis PPP ( bukan nama partai, tapi Persatuan Pelaku Pacaran, he&#8230;maksa banget ya..) kita tanya lagi siapkah mereka menikah? </span><em>Ha&#8230; menikah? itu nanti kale&#8230;</em><span style="font-family:verdana;"> mungkin jawaban mereka juga </span><em>Pacaran kan masa penjajakan ngapa mikir nikah ? </em></span></p>
<p><span style="color:#000099;font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">Dari rangkaian jawaban di atas kita dapat menyimpulkan vahawa sebagian besar pelaku pacaran adalah TIDAK SERIUS, mungkin hanya maen &#8211; maen saja dan hafing fun lah&#8230;.. Lalu bagaimanan tentang waktu kita yang terbuang hanya untuk sesuatu yang hafing fun saja? Bagaimana kalau waktu itu kita gunakan untuk sesuatu yang bermanfaat ? Bukankah masih banyak hafing fun yang bermanfaat ? Eits&#8230; pacaran kan dapat memotivasi kita untuk belajar&#8230;. Mungkin jawaban ini tidak sepenuhnya salah, tapi bagaimana kalau kita menggunakan sarana memotivasi yang lebih efektif ? seperti Tuhan kita contohnya, alangkah bijaknya jika kita selau termotivasi untuk berbua sesuatu karena Tuhan kita, sudah dapet dunianya, akherat pun di raih juga&#8230;</span></span></p>
<p><span style="color:#000099;font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">He&#8230;. kita kok jadi ngelantur ya&#8230;. bukankah kita mo bahas tentang penghianatan&#8230; OK&#8230;. sekarang ayo kita simak lagi&#8230;&#8230;&#8230;.</span></span></p>
<p><span style="color:#000099;font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">Teman &#8211; teman percaya jodoh nggak ? </span><em>ya percaya banget lah.. </em><span style="font-family:verdana;">Kapan kita ketemu jodoh kita ? </span><em>Hmmm&#8230;.saat menikah ya ? </em><span style="font-family:verdana;">Dari daftar jawaban pada paragraf sebelumnya menyebutkan bahwa tidak 100% pacaran itu untuk menikah.. Lalu bagaimana nasib bidadari ( baca jodoh kita ) yang dijanjikan ALLAH di seberang sana atau mungkin di dekat kita sekarang? Bukankah saat kita bermanja &#8211; manjaan dengan pacar kita, kita juga menghianati perasaan bidadari kita ? </span><em>Tapi dia kan tidak tahu ?</em><span style="font-family:verdana;"> mungkin itu anggapan temen 2, tapi apakah kasih sayang itu menunggu orang yang kita sayangi tahu atau melihat, lalu kalau si dia tidak tahu kita berpaling darinya, bukankah itu sebuah PENGHIANATAN ? </span></span></p>
<p><span style="color:#000099;font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">Mari kita jangan terus melakukan sebuah penghianatan kepada orang yang akan menemani kita sampai akhir hayat, Insya Allah&#8230;.<br />
</span></span></p>
<div style="text-align:center;">
<h4><span style="font-size:85%;"><span style="color:#3333ff;">Lelaki yang Baik untuk Wanita yang Baik</span></span></h4>
<h4><span style="font-size:85%;"><span style="color:#3333ff;">Wanita yang Baik untuk Lelaki yang baik</span></span></h4>
<h4><span style="font-size:85%;"><span style="color:#3333ff;">Itu Janji ALLAH&#8230;. </span></span></h4>
</div>
<div style="text-align:center;">
<h4>(jundi4)</h4>
</div>
<br />Posted in Coret-coret, Kisah, Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jundi4.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jundi4.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jundi4.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jundi4.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jundi4.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jundi4.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jundi4.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jundi4.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jundi4.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jundi4.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jundi4.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jundi4.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jundi4.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jundi4.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jundi4.wordpress.com&amp;blog=6630998&amp;post=22&amp;subd=jundi4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jundi4.wordpress.com/2009/02/24/pacaran-penghianatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2939d0c2857dca4f7c94c7089cd527db?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jundi4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jundi4.files.wordpress.com/2009/02/1_941657357l.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">family</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemimpin Itu&#8230;Belajar dari Khalid bin Walid</title>
		<link>http://jundi4.wordpress.com/2009/02/23/pemimpin-itubelajar-dari-khalid-bin-walid/</link>
		<comments>http://jundi4.wordpress.com/2009/02/23/pemimpin-itubelajar-dari-khalid-bin-walid/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 15:50:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jundi4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[visi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jundi4.wordpress.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya kita sampai pada kisah kemenangan ekspedisi pasukan Muslim pada perang Yarmuk. Ekspedisi yang dipimpin Khalid bin Walid untuk menaklukan kebesaran Imperium Romawi, pada masa kekhalifahan Abu Bakar As-Shidiq. Di suatu daerah yang bernama Yarmuk, pasukan Muslimin dengan pasukan Romawi bertemu. Telah sebulan lamanya, dua kubu tersebut berada di tempat itu, namun tidak ada yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jundi4.wordpress.com&amp;blog=6630998&amp;post=106&amp;subd=jundi4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#993366;"><span lang="EN-US">Akhirnya kita sampai pada kisah kemenangan ekspedisi pasukan Muslim pada perang Yarmuk. Ekspedisi yang dipimpin Khalid bin Walid untuk menaklukan kebesaran Imperium Romawi, pada masa kekhalifahan Abu Bakar As-Shidiq.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#993366;"><span lang="EN-US">Di suatu daerah yang bernama Yarmuk, pasukan Muslimin dengan pasukan Romawi bertemu. Telah sebulan lamanya, dua kubu tersebut berada di tempat itu, namun tidak ada yang berani menyerang lebih dulu. Masing-masing pada posisi saling menunggu dan menjaga jarak. Apa yang menahan mereka sehingga tidak segera saling bertempur? Rupanya, masing-masing pasukan sama-sama merasa gentar untuk bertempur. </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#993366;"><span lang="EN-US">Kubu Muslim merasa gentar untuk memulai menyerang lebih dulu karena mereka melihat jumlah kekuatan pasukan Romawi yang luar biasa besar. Inilah pengerahan pasukan yang terbesar dalam sejarah peperangan di dunia. Bayangkan! Pada saat itu, Romawi mengerahkan 240 ribu pasukan untuk menghadapi pasukan Muslim, yang jumlahnya jauh lebih kecil, hanya 36 ribu pasukan. Mereka belum punya pengalaman menghadapi pasukan dengan jumlah sebesar itu. Nyali pasukan Muslim menjadi ciut.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#993366;"><span lang="EN-US">Lain halnya dengan pasukan Romawi. Mereka gentar karena melihat <em>track record</em> pasukan Muslim yang tak terkalahkan meskipun jumlahnya jauh lebih kecil dibandingkan jumlah mereka sendiri. Kisah-kisah penaklukan dan kemenangan pasukan Muslim dalam setiap peperangan sebelumnya telah menyebabkan pasukan Romawi berpikir seribu kali untuk menyerang lebih dulu. Mereka dihantui perasaan cemas dan gelisah akan menderita kekalahan dalam menghadapi pasukan Muslim.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#993366;"><span lang="EN-US">Situasi berkembang menjadi tidak menentu. Di kalangan pasukan Muslim mulai dibayangi bahaya akan lunturnya disiplin dan pengkianatan anggota. Semakin besar kemungkinan akan adanya sebagian anggota yang melarikan diri, terutama bagi mereka yang baru saja masuk Islam, sehingga keimanan mereka belum mantap benar. Apalagi setelah melihat kekuatan musuhnya, dengan jumlah dan perlengkapan perang yang besar.<span id="more-106"></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#993366;"><span lang="EN-US">Melihat perkembangan demikian, Khalid bin Walid, selaku pimpinan perang, segera menganalisa situasi. Dia menyimpulkan bahwa rahasia kemenangan dalam peperangan ini adalah pada ketepatan strategi dan kekuatan mental pasukan, terutama pada keteguhan hati. Ia memandang bahwa larinya dua tiga orang tentara dari kesatuan mereka, akan menyebarkan kepanikan dan kekacauan seluruh pasukan. Akhirnya, sebelum mental pasukan benar-benar jatuh, dia memutuskan untuk menyerang lebih dulu dengan strategi memecah pasukan dalam beberapa kesatuan untuk memunculkan kesan gelombang pasukan yang besar.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#993366;"><span lang="EN-US">Pada hari yang ditentukan, sebelum melakukan penyerangan, Khalid berpidato membakar semangat, meneguhkan mental pasukannya, “Hari ini adalah hari-hari Allah, tidak pantas kita berbangga-bangga dan berbuat durhaka. Maka ikhlaskanlah jihad kalian, dan harapkanlah ridha Allah dengan amal kalian. Daripada kalian sibuk menghitung jumlah musuh, lebih baik kalian sibuk menebas batang leher mereka&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..”</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#993366;"><span lang="EN-US">Setelah seluruh pasukan menempatkan diri pada posisi yang telah ditetapkan, Khalid memerintahkan perempuan-perempuan Muslimah yang ikut ekspedisi Yarmuk untuk mengambil senjata. Mereka diperintahkan untuk berada di belakang barisan pasukan Muslimin di setiap penjuru. “Siapa yang melarikan diri, bunuhlah saja dengan senjata kalian”, perintah Khalid. “Allahu Akbar&#8230;&#8230;, berhembuslah angin surga!” Khalid dan bala tentara Muslimin maju menyerbu pasukan Romawi. </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#993366;"><span lang="EN-US">Peperangan berlangsung dengan kecamuk luar biasa dan kemenangan berada di pihak kaum Muslimin. Diantara kisah kemenangan itu adalah ketika Khalid bin Walid mengerahkan satu kesatuan berjumlah 100 tentara untuk menyerbu sayap kiri pasukan Romawi yang jumlahnya 40 ribu orang. Sambil mengayunkan pedangnya, ia berseru, “Demi Allah, tidak ada lagi kekuatan pada orang-orang Romawi sebagaimana yang kalian lihat. Sungguh, Allah memberikan kesempatan pada kalian untuk menebas batang-batang leher mereka&#8230;!” Dan kemudian kesatuan tersebut menang.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#993366;"><span lang="EN-US">******</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#993366;"><span lang="EN-US">Sobat <em>, </em>pelajaran kepemimpinan apa yang bisa kita petik dari kisah di atas?</span></span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span style="color:#993366;"><span lang="EN-US"><strong><em>Pertama</em></strong>, seorang pemimpin harus cerdas dan tepat dalam menganalisa situasi dan permasalahan. Sebagaimana panglima Khalid di atas, ia mampu membaca situasi dengan cermat. Ia menilai akar permasalahan sebenarnya bukan pada jumlah pasukan musuh yang jauh lebih besar tapi justru pada mental pasukan Muslimin yang diambang keraguan menghadapi musuh.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#993366;"><span lang="EN-US">Mereka membutuhkan sosok pemimpin yang mampu berperan untuk meneguhkan mental mereka. Dan, Khalid bin Walid mampu memainkan peran tersebut. Jika seandainya situasi dibiarkan berlarut-larut, bukan tidak mungkin akan semakin melemahkan semangat dan keberanian pasukannya. Oleh karena itu, ia segera memutuskan untuk menyerang lebih dulu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#993366;"><span lang="EN-US">Sobat, dalam organisasi apa pun, pasti akan ada saat-saat dimana muncul permasalahan yang kadarnya bisa mudah, susah, atau bahkan rumit dan memusingkan. Itu adalah bagian dari dinamika organisasi yang wajar. Jika ada suatu organisasi yang adem ayem saja, tidak pernah ada permasalahan yang mengemuka, itulah yang tidak wajar. Mengapa? Karena tanpa ada permasalahan yang muncul berarti organisasi tersebut akan stagnan. Mandek. Tidak dinamis. Menjemukan. Kalau sudah demikian, itulah tanda-tanda organisasi yang tidak sehat.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#993366;"><span lang="EN-US">Lalu, apa yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin ketika menghadapi masalah? Seperti Khalid bin Walid, analisa situasi permasalahan dengan baik. Lakukan proses identifikasi faktor-faktor yang terlibat dalam masalah tersebut. Lalu, buat skema masalah yang obyektif untuk bisa menemukan akar permasalahan yang sebenarnya. Dengan demikian, kita bisa memutuskan solusi apa yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#993366;"><span lang="EN-US">Pelajaran <strong><em>kedua</em></strong>, seorang pemimpin harus punya inisiatif untuk segera mengambil keputusan. Apa yang akan terjadi seandainya Khalid bin Walid tidak segera membuat memutuskan untuk menyerang lebih dulu? Sangat besar peluang terjadinya mental dan semangat pasukannya makin melemah. Bahkan bukan tidak mungking akan ada dua tiga prajuritnya yang mundur melarikan diri. Dan ini berarti masalah bertambah besar bagi pasukan Muslimin.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#993366;"><span lang="EN-US">Pelajaran bagi kita adalah, begitu kita selesai menganalisa masalah kemudian berhasil melakukan identifikasi akar permasalahan, langkah selanjutnya adalah mengambil langkah-langkah yang jelas untuk menyelesaikan permasalahan. Dan, yang harus diingat, pada tahap ini kita harus segera mengambil keputusan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#993366;"><span lang="EN-US">Jangan biarkan masalah berlangsung lama berlarut-larut tanpa penyelesaian. Jika orientasi pemikiran terlalu lama berkutat pada selalu mencari-cari titik permasalahannya, tanpa pernah kita mengarahkan pada bagaimana kita menyelesaikan masalah tersebut, maka akan bisa dipastikan masalah menjadi makin besar atau bahkan bertambah muncul masalah yang baru. Jika demikian adanya, semakin pusinglah kita. Masalah satu belum selesai, muncul masalah berikutnya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#993366;"><span lang="EN-US"><strong><em>Ketiga</em></strong>, seorang pemimpin harus tegas. Kita membutuhkan satu modal berupa ketegasan dalam melaksanakan langkah-langkah penyelesaian masalah. Apa tujuan Khalid memerintahkan para Muslimah berjaga di belakang barisan pasukannya? Tidak lain untuk mencegah pasukannya melarikan diri. Seandainya ada yang berani melarikan diri, maka kematian yang sia-sia menjadi resikonya. Efeknya adalah, para prajurit tentu akan berpikir, sama-sama resiko mati, daripada mundur lalu mati sia-sia, lebih baik memilih maju berjihad, lalu syahid dan mendapatkan pahala.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;"><span lang="EN-US">Itulah efek ketegasan Khalid bin Walid terhadap pasukannya. Ketegasan model beginilah yang kita butuhkan. Ketegasan yang tidak tanggung-tanggung. Jika seorang pemimpin tegas, maka anak buahnya akan belajar komitmen dan konsisten terhadap apa yang menjadi perintah pimpinan atau keputusan organisasi. Namun jika pemimpin tidak tegas, maka yang terjadi adalah anak buah menjadi tidak loyal. Akan muncul anak buah yang membangkang terhadap perintah atau kebijakan pimpinan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;"><span lang="EN-US">Referensi</span></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="color:#993366;"><span lang="EN-US">Sirah Nabawiyah</span><span lang="EN-US">Khaldi</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="color:#993366;"><span lang="EN-US">Muh. Khalid. 1998. Karakteristik Perihidup Enampulah Sahabat Rasulullah SAW. Penerbit Diponegoro</span></span></li>
</ol>
<br />Posted in Artikel, Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jundi4.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jundi4.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jundi4.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jundi4.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jundi4.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jundi4.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jundi4.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jundi4.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jundi4.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jundi4.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jundi4.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jundi4.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jundi4.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jundi4.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jundi4.wordpress.com&amp;blog=6630998&amp;post=106&amp;subd=jundi4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jundi4.wordpress.com/2009/02/23/pemimpin-itubelajar-dari-khalid-bin-walid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2939d0c2857dca4f7c94c7089cd527db?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jundi4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemimpin Itu&#8230;Menyikapi Masalah</title>
		<link>http://jundi4.wordpress.com/2009/02/23/pemimpin-itumenyikapi-masalah/</link>
		<comments>http://jundi4.wordpress.com/2009/02/23/pemimpin-itumenyikapi-masalah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 15:39:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jundi4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemimpin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jundi4.wordpress.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Pada detik-detik menjelang perang Badar, tiba-tiba saja kondisi berubah total. Kini kaum Muslimin dari kalangan Muhajirin dan Anshar bukan lagi berhadapan dengan Abu Sufyan dengan kalifahnya serta tigapuluh atau empatpuluh orang rombongannya itu saja, yang takkan dapat melawan Rasulullah SAW dan sahabat-sahabatnya, melainkan Mekah dengan seluruh isinya sekarang keluar dipimpin oleh pemuka-pemuka mereka sendiri guna [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jundi4.wordpress.com&amp;blog=6630998&amp;post=98&amp;subd=jundi4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Pada detik-detik menjelang perang Badar, tiba-tiba saja kondisi berubah total. Kini kaum Muslimin dari kalangan Muhajirin dan Anshar bukan lagi berhadapan dengan Abu Sufyan dengan kalifahnya serta tigapuluh atau empatpuluh orang rombongannya itu saja, yang takkan dapat melawan Rasulullah SAW dan sahabat-sahabatnya, melainkan Mekah dengan seluruh isinya sekarang keluar dipimpin oleh pemuka-pemuka mereka sendiri guna membela perdagangan mereka itu.</p>
<p>Masalah besar tengah dihadapi kaum Muslimin. Andaikata pihak Muslimin sudah dapat mengejar kafilah Abu Sufyan, kemudian mengambil tawanan dan menguasai unta beserta muatannya, pihak Quraisypun tentu akan segera pula dapat menyusul mereka. Soalnya karena terdorong oleh rasa cintanya kepada harta dan ingin mempertahankannya. Mereka merasa sudah didukung oleh sejumlah orang dan perlengkapan yang cukup besar. Mereka bertekad akan bertempur dan mengambil kembali harta mereka, atau bersedia mati untuk itu.<span id="more-98"></span></p>
<p style="text-indent:36pt;">Namun sebaliknya, apabila rombongan Rasulullah SAW kembali pulang, pihak Quraisy dan Yahudi Medinah tentu merasa mendapat angin. Dia sendiri terpaksa akan berada dalam situasi yang serba dibuat-buat, sahabat-sahabatnya pun terpaksa akan memikul segala tekanan dan gangguan Yahudi Medinah, seperti gangguan yang pernah mereka alami dari pihak Quraisy di Mekah dahulu. Ya, apabila ia menyerah kepada situasi semacam itu, mustahil sekali kebenaran akan dapat ditegakkan dan Tuhan akan memberikan pertolongan dalam menegakkan agama itu.</p>
<p style="text-indent:36pt;">Dengan berkekuatan 1000 pasukan, kaum kafir Quraisy telah berada di medan perang Badar. Tak ada kemungkinan untuk menghindar dari perang bagi kaum Muslimin. Suka atau tidka suka, Rasulullah SAW dengan 300an pasukannya harus maju menghadapi pasukan yang jumlahnya tiga kali lipat.</p>
<p style="text-indent:36pt;">Rasulullah SAW memahami situasi genting ini. Beliau memutuskan untuk bemusyawarah dengan dengan sahabat-sahabatnya. Diberitahukannya kepada mereka tentang keadaan Quraisy menurut berita yang sudah diterimanya. Abu Bakr dan Umar juga lalu memberikan pendapat, kemudian diikuti Miqdad bin &#8216;Amr. Mereka menyatakan siap maju perang. Saad bin Muadz, pemimpin kaum Anshar, segera menanggapi dan menyatakan kesiapannya mengikuti perintah perang Rasulullah SAW.</p>
<p style="text-indent:36pt;">Rasulullah SAW dan pasukannya berangkat menuju Badar melalui bukit Ash’shafir, kemudian melewati daerah yang bernama ad-Diyah, kemudian berhenti tidak jauh dari Badar. Di tempat itulah, pasukan Muslimin menyusun strategi perang. Dengan strategi yang jitu, mereka berhasil mengalahkan pasukan kafir Quraisy, meski jumlah lawan jauh lebih banyak.</p>
<p style="text-indent:36pt;">Sobat Cendekia, pelajaran tentang kepemimpinan yang sangat berharga dapat kita simak dari kisah perang Badar diatas. Rasullullah SAW dan para sahabatnya telah menunjukkan kepada kita tentang bagaimana seorang pemimpin harus menyikapi permasalahan yang tengah dihadapi, seperti halnya masalah besar pasukan Muslimin menjelang perang Badar. Bagaimana seorang pemimpin memaknai sebuah masalah?</p>
<p>Masalah adalah kesempatan</p>
<p>Bagi seorang pemimpin, masalah adalah kesempatan untuk banyak hal. Kesempatan untuk meningkatkan kemampuan diri. Kesempatan untuk mengaktualisasikan diri. Kesempatan untuk membentuk integritas diri. Kesempatan untuk menuju kesuksesan yang lebih tinggi. Kesempatan untuk maju. Kesempatan untuk berevaluasi.</p>
<p style="text-indent:36pt;">Masalah adalah kesempatan untuk apa saja. Tentunya bagi seorang pemimpin muslim sejati, maka masalah adalah kesempatan untuk beramal lebih banyak. Kesempatan untuk menambah ladang pahala. Kesempatan untuk menyiapkan bekal bagi akhirat kita.</p>
<p style="text-indent:36pt;">Bagi pasukan Muslimin Badar, medan perang ini adalah kesempatan emas untuk membuktikan eksistensi kaum Muslimin bagi kaum kafir. Inilah momen penting yang sangat menentukan kesuksesan masa depan dakwah Islam. Jika kesempatan ini terlewatkan, maka boleh jadi dakwah Islam akan berhenti saat itu juga.</p>
<p style="text-indent:36pt;">
<p style="text-indent:36pt;">Selain itu, inilah kesempatan bagi para sahabat untuk membuktikan keimanan dan ketaatan mereka kepada Allah dan RasulNya. Maka meski mereka menghadapi masalah jumlah pasukan yang lebih banyak, tapi tidak mengendurkan semangat perang mereka.</p>
<p>Nah, karena masalah adalah kesempatan, maka pada saat datang, kita akan menganggapnya sebagai hadiah yang kita terima dengan sukacita. Bahkan kita akan menunggunya dengan harap, seandainya masalah tidak datang.</p>
<p>Masalah adalah tantangan</p>
<p>Janganlah menganggap masalah sebagai suatu beban yang harus dipikul di pundak. Ketika kita memaknai masalah sebagai beban, maka kita akan cenderung menghindarinya. Sikap ini akan memunculkan pesimisme dalam diri sobat. Dan sobat tahu, bahwa orang-orang yang gagal adalah yang suka menghindari masalah. Ubahlah paradigma berpikir seperti itu. Anggaplah masalah adalah tantangan.</p>
<p style="text-indent:36pt;">Ketika kita memaknainya sebagai tantangan, maka kita akan cenderung berusaha menghadapinya. Pada saat itu, optimisme akan muncul dengan sendirinya. Dan sobat juga tahu, bahwa optimisme adalah modal utama untuk mencapai kesuksesan. Sikap optimis akan melahirkan semangat dalam berusaha mencari solusi atas masalah yang dihadapi.</p>
<p style="text-indent:36pt;">Sikap seorang pemimpin yang optimis dan bersemangat juga mampu mempengaruhi suasana hati para pengikutnya menjadi bersemangat pula. Anda dapat dengan mudah mempengaruhi bawahan Anda, ketika Anda tampil optimis dan bersemangat dalam menghadapi masalah.</p>
<p>Jika masalah adalah tantangan, maka untuk menyelesaikannya pun membutuhkan kekuatan. Kekuatan hati, pikiran, tenaga, waktu, dan sebagainya. Karena itu, seringkali kita berubah menjadi jauh lebih kuat, setelah berhasil menyelesaikan masalah sebelumnya. Bukanlah menjadi lemah, justru kekuatan akan menjadi milik Anda, ketika Anda menghadapi dan menyelesaikan masalah. Bukankah kaum Muslimin menjadi semakin kuat pasca kemenangan di medan Badar?</p>
<p>Sama halnya dengan anak-anak elang. Hadiah terbesar bagi anak elang, yang dapat diberikan induk elang, bukanlah potongan daging makanan, bukan pula eraman hangat di malam yang dingin. Namun, ketika sang induk melemparkan mereka dari sarang yang tinggi di pohon. Detik pertama, anak elang akan menjerit ketakutan, mengira induknya sungguh keterlaluan, membiarkan anaknya jatuh ke tanah, menghadapi kematian.</p>
<p>Sesaat kemudian, bukanlah kematian yang mereka dapatkan, justru kekuatan yang menjadi modal utama sepanjang hidupnya. Mereka mendapatkan kesejatian sebagai seekor elang, yaitu kemampuan terbang. Anak-anak elang itu telah mampu menghadapi masalah dan mengubahnya menadji kekuatan. Kekuatan terbang.</p>
<p>Nah sobat, kadang kita juga sering dibayangi, seolah-olah masalah yang kita hadapi besar dan sangat sulit dipecahkan. Padahal ketika kita mau mecoba mengatasinya, ternyata mudah dan ringan diselesaikan. Maka, hadapi dan lakukan sesuatu sekarang untuk mengatasi Anda. Jangan tunda lagi. Kita belum tentu masalahnya sebesar dan sesulit yang kita takutkan.</p>
<p>Pustaka</p>
<p>Hepi Andi Bastoni. 2006. Belajar dari Dua Umar. Qalammas.</p>
<p>Khalid M. Khalid. Karakteristik Perihidup Enam Puluh Sahabat Rasulullah. Penerbit Diponegoro</p>
<p>Andi Muzaki. Buku Digital: Motivasi Net.</p>
<p>Muhammad Husain Haekal. Sejarah Hidup Muhammad.http://www.geocities.com/mhhaekal/</p>
<br />Posted in Artikel, Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jundi4.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jundi4.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jundi4.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jundi4.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jundi4.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jundi4.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jundi4.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jundi4.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jundi4.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jundi4.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jundi4.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jundi4.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jundi4.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jundi4.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jundi4.wordpress.com&amp;blog=6630998&amp;post=98&amp;subd=jundi4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jundi4.wordpress.com/2009/02/23/pemimpin-itumenyikapi-masalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2939d0c2857dca4f7c94c7089cd527db?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jundi4</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
